Main Article Content
Abstract
Stunting merupakan salah satu kasus malnutrisi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Indonesia sebesar 21,5%. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal yang menjadi salah satu aspek penting terhadap kejadian stunting, karena masa kehamilan merupakan periode kritis bagi pertumbuhan otak dan organ anak yang dapat berdampak jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara faktor maternal dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 109 ibu dengan anak usia 24-59 bulan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen z-score dari WHO, stadiometer, dan kuesioner. Penelitian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dan fisher exact dengan tingkat kemaknaan α≤0,005. Berdasarkan uji statistik ditemukan bahwa tingkat pendidikan ibu didapatkan hasil p-value>0,005. Sedangkan, tinggi badan ibu, usia ibu, riwayat kunjungan ANC, riwayat hipertensi dan riwayat anemia selama kehamilan didapatkan hasil p≤0,005. Tinggi badan ibu, usia ibu, riwayat kunjungan ANC, riwayat hipertensi, dan riwayat anemia selama kehamilan berkontribusi terhadap faktor risiko terjadinya stunting. Pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan ANC, pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu, serta penerapan pedoman gizi "Isi Piringku" untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright @2017. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) which permits unrestricted non-commercial used, distribution and reproduction in any medium
References
- Anasari, T., & Suryandari, A. E. (2022). Hubungan riwayat hipertensi dan jarak kelahiran dengan kejadian stunting. Jurnal Bina Cipta Husada, 18(1).
- Budiati, H., Ilmiyani, S. N., & Farlina, B. F. (2023). Hubungan anemia dan hipertensi pada ibu hamil dengan kejadian stunting di UPT puskesmas kuripan. Stikes Hamzar Lombok Timur.
- Dayani, T. R. & Widyantari, K. Y. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Journal of Language Health, 4(1).
- Fajri, Farid Fadhlurrahman. (2021). Faktor maternal pada kejadian stunting. Jurnal Medika Utama, 2(4).
- Hamid, N. A., Pakhri, A., Mustamin, & Adam, A. (2021). Kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian stunting pada bayi usia 6-23 bulan. Media Gizi Pangan, 28(2).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.
- Mediani, H. S., Setyawati, A., Hendrawati, S., Nurhidayah, I., & Firdianty, N. F. (2023). Pengaruh faktor maternal terhadap insidensi stunting pada anak balita di negara berkembang: narrative view. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4160
- Pasalina, P. E., Ihsan, H. F., & Devita, H. (2023). Hubungan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan, 12(2).
- Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide – Stunting dan Upaya Pencegahannya. CV Mine.
- Sani, M., Solehati, T., & Hendrawati, S. (2019). Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunded pada balita 24-59 bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4).
- Tanzil, L. & Hafriani. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kebidanan, 7(1).
- Trisyani, K., Fara, Y. D., Mayasari, A. T., & Abdullah. (2020). Hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting. Jurnal Maternitas Aisyah, 1(3).
- UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021: on my mind – promoting, protecting and caring for children’s mental health. United Nations Children’s Fund.
- Wanimbo, E. & Wartiningsih, M. (2020). Hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting baduta (7-24 bulan). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 6(1).
- Wardani, Dewi Kusuma. (2022). Pengaruh faktor maternal ibu terhdap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPT puskesmas sopaah kabupaten pamekasan. Media Gizi Kesmas, 11(2).
- World Health Organization. (2016). Childhood stunting: context, causes, consequences. World Health Organization.
- World Health Organization. (2020). Nutrition action in health systems: report of the base line survey. World Health Organization.
- Yuana, N., Larasati, T., & Berawi, K. N. (2021). Analisis multilevel fakto resiko stunting di Indonesia: sebuah tinjauan literatur. Jurnal Aisya: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2).
References
Anasari, T., & Suryandari, A. E. (2022). Hubungan riwayat hipertensi dan jarak kelahiran dengan kejadian stunting. Jurnal Bina Cipta Husada, 18(1).
Budiati, H., Ilmiyani, S. N., & Farlina, B. F. (2023). Hubungan anemia dan hipertensi pada ibu hamil dengan kejadian stunting di UPT puskesmas kuripan. Stikes Hamzar Lombok Timur.
Dayani, T. R. & Widyantari, K. Y. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Journal of Language Health, 4(1).
Fajri, Farid Fadhlurrahman. (2021). Faktor maternal pada kejadian stunting. Jurnal Medika Utama, 2(4).
Hamid, N. A., Pakhri, A., Mustamin, & Adam, A. (2021). Kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian stunting pada bayi usia 6-23 bulan. Media Gizi Pangan, 28(2).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Mediani, H. S., Setyawati, A., Hendrawati, S., Nurhidayah, I., & Firdianty, N. F. (2023). Pengaruh faktor maternal terhadap insidensi stunting pada anak balita di negara berkembang: narrative view. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4160
Pasalina, P. E., Ihsan, H. F., & Devita, H. (2023). Hubungan riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan, 12(2).
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide – Stunting dan Upaya Pencegahannya. CV Mine.
Sani, M., Solehati, T., & Hendrawati, S. (2019). Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunded pada balita 24-59 bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4).
Tanzil, L. & Hafriani. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kebidanan, 7(1).
Trisyani, K., Fara, Y. D., Mayasari, A. T., & Abdullah. (2020). Hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting. Jurnal Maternitas Aisyah, 1(3).
UNICEF. (2021). The state of the world's children 2021: on my mind – promoting, protecting and caring for children’s mental health. United Nations Children’s Fund.
Wanimbo, E. & Wartiningsih, M. (2020). Hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting baduta (7-24 bulan). Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 6(1).
Wardani, Dewi Kusuma. (2022). Pengaruh faktor maternal ibu terhdap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPT puskesmas sopaah kabupaten pamekasan. Media Gizi Kesmas, 11(2).
World Health Organization. (2016). Childhood stunting: context, causes, consequences. World Health Organization.
World Health Organization. (2020). Nutrition action in health systems: report of the base line survey. World Health Organization.
Yuana, N., Larasati, T., & Berawi, K. N. (2021). Analisis multilevel fakto resiko stunting di Indonesia: sebuah tinjauan literatur. Jurnal Aisya: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2).
