Main Article Content

Abstract

Menyusui tidak efektif adalah Kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran pada proses menyusui,  Kesukaran/Ketidaklancaran pengeluaran ASI setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan keadaan psikologis ibu yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Pijat oksitosin merupakan salah satu teknik yang bertujuan untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI, yang bertempat di ruangan  Wijaya Kusuma  dan waktu pada saat  Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah sampel sebanyak tiga ibu postpartum yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi serta pelaksanaan tindakan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang berlaku. Kriteria inklusi meliputi ibu postpartum hari kedua dengan kondisi produksi ASI yang belum lancar  sedangkan kriteria Ekslusi Adalah Ibu yang memiliki putting susu inverted dan flat. Intervensi pijat oksitosin dilakukan selama tiga hari, diikuti dengan satu hari evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitosin mampu adanya peningkatan produksi ASI    kurang lebih 1 sampai 2  ml setiap kali  menyusui dan pada evaluasi hari terakhir sekitar 6 sampai 11 ml   Produksi ASI Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin cukup efektif dalam mengatasi masalah menyusui dan meningkatkan produksi ASI

Keywords

Ibu menyusui ; Pijat oksitosin ; Produksi ASI

Article Details

How to Cite
Hedmon, H. R., & Farida, N. (2026). Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu di RS Dr. Drajat Prawiranegara Serang. JURNAL KEPERAWATAN CIKINI, 6(02), 199–206. https://doi.org/10.55644/jkc.v6i02.251

References

  1. Afriany, F. S. (2024). Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI di Ruang. The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research, 2(3).
  2. Alifka, N., Amalia, R., Sakinah, A. I., Nurdin, A., Wiyata, A., & Mukhtar, M. (2023). Hubungan Kesehatan Mental dengan Maternal Functioning pada Ibu Postpartum. Alami Journal: Alauddin Islamic Medical Journal, 7. https://doi.org/10.24252/alami.v7i2.36608
  3. Cunningham, F. G. (2005). Williams Obstetrics (22 (Terbit). McGraw-Hill Medical.
  4. Farlihatun, N. T. N. L. (2024). Perbandingan Pemberian Pijat Oksitosin Dan Pijat Effluerage Terhadap Kelancaran Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Krawatwatu, Kota Serang, Kabupaten Banten. Nursing Journal, 6, 407–421.
  5. Fatrin, T., Soleha, M., Apriyanti, T., & Sari, Y. (2022). Edukasi praktik pijat oksitosin terhadap peningkatan kelancaran produksi Air Susu Ibu ( ASI ). Jurnal Pengabdian Masyarakat HUmanity and Medicine, 3(1), 39–46.
  6. Galuh, A., Kesehatan, P., Kesehatan, K., Kesehatan, P., & Kesehatan, K. (2024). The Effect Of Oxytocin Massage On Breast Milk Production In The Working Area Of Puskesmas Sungai Bulian In 2024. Proceeding International Conference Health Polytechnic of Jambi (ISSN 2988-7356), 4, 19–21.
  7. Green, L. W. (1980). Health education planning: A diagnostic approach. Mayfield Publishing Company.
  8. Hidayahti, G. U. S. (2021). Pengaruh Pijatan Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui. Poltekes Bengkulu.
  9. Hipni, R., & Tunggal, T. (2025). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslsusif Di Puskesmas Tamban Tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1343–1350.
  10. Kasmawat. (2025). Pengaruh dukungan suami terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 17(1), 15–22.
  11. Khusniyati., E. ; H. P. (2024). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI. 13(1).
  12. Notoatmodjo, S. (2015). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. PT Rineka Cipta.
  13. Nyangfah Nisa Septiana, Zulfatul Khoiriyah, S. (2024). Metode Penelitian Studi Kasus Dalam Pendekatan Kualitatif. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10.
  14. Riana, H. (2024). Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi di Posyandu Kelurahan Ulunggolaka. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 2(6), 89–99.
  15. UNICEF. (2024). Ibu Membutuhkan Lebih Banyak Dukungan Menyusui Selama Masa Kritis Bayi Baru Lahir - UNICEF dan WHO Mendesak Sistem Kesehatan untuk Meningkatkan Dukungan bagi Ibu Menyusui. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/ibu-membutuhkan-lebih-banyak-dukungan-menyusui-selama-masa-kritis-bayi-baru-lahir
  16. WHO. (2023). World Breastfeeding Week 2023. WHO Indonesia. https://www.who.int/indonesia/news/events/world-breastfeeding-week/2023
  17. WHO. (2024). Ibu Membutuhkan Lebih Banyak Dukungan Menyusui Selama Masa Kritis Bayi Baru Lahir. WHO Indonesia. https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/01-08-2024-mothers-need-more-breastfeeding-support-during-critical-newborn-period
  18. Wulandari, A., & Machmudah, M. (2024). Penerapan pijat oksitosin terhadap keberhasilan menyusui pada pasien post partum. Ners Muda.