Main Article Content

Abstract

Beban kerja perawat merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan terhadap Standar Prosedur Operasional (SPO), khususnya pada pemberian obat injeksi intravena melalui venaport. Tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 74,38% menunjukkan tingginya intensitas pelayanan keperawatan dan jumlah pasien yang harus ditangani perawat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan kerja yang dapat berdampak pada kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur keperawatan berisiko tinggi terhadap keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan kepatuhan perawat dalam pemberian obat intravena melalui venaport di ruang rawat inap. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Kepatuhan perawat diukur melalui observasi langsung pada shift pagi dan siang menggunakan lembar observasi pemberian injeksi intravena, sedangkan beban kerja diukur menggunakan kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 68 perawat, dengan sampel sebanyak 55 perawat yang dipilih melalui total sampling sesuai kriteria inklusi. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan di ruang rawat inap Elisabeth 1 dan Elisabeth 4 RS Panti Rapih. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kepatuhan perawat pada shift pagi (p=0,107; r=0,219) maupun shift siang (p=0,243; r=0,160), meskipun arah hubungan positif. Kesimpulan peningkatan kepatuhan perawat terhadap SPO pemberian obat intravena melalui venaport memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada beban kerja, tetapi juga pada motivasi, pelatihan, budaya kerja, serta supervisi dan audit berkelanjutan

Keywords

kepatuhan; beban kerja; memberikan injeksi melalui venaport.

Article Details

How to Cite
Seraning Tyas, D. Y., Setyorini, A., & Ririn Widianti , C. (2026). Hubungan Beban Kerja Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Memberikan Obat Intravena Melalui Venaport. JURNAL KEPERAWATAN CIKINI, 6(02), 207–220. https://doi.org/10.55644/jkc.v6i02.260

References

  1. Buanawati, F. T. (2019). Hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap (Muzdalifah, Multazam, dan Arofah) Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Kota Madiun. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
  2. Indriono, A., & Widayanti, C. N. (2024). Pelimpahan wewenang medis dokter kepada perawat dan persepetif hukum kesehatan. Pena Nursing, 3(1), 30–37.
  3. Jannah, H. F., & Tualeka, A. R. (2022). Hubungan status gizi dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di RSUI Yakssi Gemolong, Sragen. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia), 5(7), 828–833. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i7.2400
  4. Kemenkes RI. (2020). Pedoman standar prosedur operasional keperawatan di rumah sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  5. Kusumawati, Maulidia, & Mumpuni. (2022). Hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) pemasangan infus dengan tanda-tanda phlebitis. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 06(01), 9–15. https://doi.org/10.33006/ji-kes.v6i1.307
  6. Latifah. (2018). Beban kerja perawat dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) injeksi bolus intravena (Studi di IGD dan Ruang Perawatan I RSUD R.A. Basoeni Kabupaten Mojokerto) [STIKes Insan Cendekia Medika Jombang]. https://repository.itskesicme.ac.id/id/eprint/3327/
  7. Lismayanti, D., & Septiani, V. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penerapan surgical patient safety di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Karawang tahun 2021. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 1(1), 6. https://ejournal.horizon.ac.id/index.php/JKK/article/download/17/16
  8. Maemunah, M. (2024). Hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang perawatan umum Rumah Sakit Sari Asih Cipondoh Kota Tangerang [Universitas Islam Sultan Agung Semarang]. https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37132
  9. Melania, M. Y., Tat, F., & Tahu, S. K. (2020). Hubungan kepatuhan perawat dalam implementasi SPO pemberian cairan/elktrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadain flebitis di RSUD s.k Lerik Kota Kupang. Chmk Nursing Scientific Journal, 4(3), 290–295. http://cyber-chmk.net/ojs/index.php/ners/article/view/866
  10. Muslihin. (2016). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penerapan Surgical Patient Safety Fase Time Out Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Gombong. STIKES Muhammadiyah Gombong.
  11. Notoatmojo. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
  12. Nuryani, E., Dwiantoro, L., & Nurmalia, D. (2021). Faktor-faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat. Jurnal Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan, 4(1). https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i1.572
  13. Olii, W. F., Syukur, B. S., & Harismayanti. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat di ruang bedah dan di ruang interna RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 1(2), 68–79. https://prin.or.id/index.php/Innovation/article/download/926/989/2555
  14. RS Panti Rapih Yogyakarta. (2025). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di Rumah Sakit.
  15. WHO. (2023). Patient safety. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/patient-safety